Makna di Balik Band The Panturas dan Sebutan Penggemarnya

Date post: 19 Juni 2023
SHARE IT:

Source: Instagram


Guinness kembali dengan program berhadiah yang sayang jika kamu lewatkan. Kali ini ada Guinness Cheers to the Good Moments yang memberikan kesempatan untuk memenangkan banyak hadiah menarik seperti tiket gratis nonton Japan Summer Music Fest 2023 di Jepang, gadget terbaru, dan hadiah unik serta terbatas seperti t-shirt The Panturas yang bisa kamu dapatkan dengan menukar poin yang sudah kamu kumpulkan. 


Bicara The Panturas, band yang satu ini tengah menikmati popularitasnya di kalangan penggemar musik Indonesia. Musik yang mereka usung tergolong unik, surf rock. Bagi penggemar band seperti The Beach Boys atau The Ventures, genre yang satu ini bisa dibilang jarang ada di Indonesia. Walau begitu, hal tersebut dipatahkan oleh The Panturas yang kini memiliki banyak penggemar dan tiap penampilannya pun bisa dipastikan dipadati oleh penonton. Sejak kemunculannya pada tahun 2015, The Panturas masih eksis hingga saat ini dan mengukuhkan diri menjadi salah satu band surf rock yang paling dikenal di Indonesia. Yuk, kenali The Panturas lebih jauh lagi!


Kisah The Panturas dan Anak Buah Kapal

The Panturas dibentuk pada tahun 2015 oleh 3 orang sahabat, Surya (Kuya), Rizal (Ijal), dan Cecep. Ketiganya berasal dari Jatinangor, Jawa Barat. Tak lama kemudian, Cecep mengundurkan diri dan Abyan (Acin) serta Bagus (Gogon) masuk ke dalam line up. Awalnya, band ini bernama The Pantura. Walau daerah asal mereka adalah Jawa Barat yang mana adalah kawasan dataran tinggi dan pegunungan, nama Pantura diambil dari kawasan Pantai Utara karena dianggap mewakili jenis musik mereka, surf rock. Karena terinspirasi oleh idola mereka The Ventures, akhirnya nama The Pantura pun diubah menjadi The Panturas.


Dengan formasi terbaru mereka, Abyan Nabilio (vokal, gitar), Surya Fikri (drum), Bagus Patria (bass), Rizal Taufik (gitar), The Panturas menelurkan single demi single seperti Queen of the South, Gelora, Putra Petir dan lainnya. Mereka juga merilis mini album yang bertajuk Mabuk Laut (dirilis oleh La Munai Records, 2018) dan akhirnya merilis album penuh perdana mereka, Ombak Banyu Asmara pada tahun 2021 (dirilis oleh La Munai Records). Pada tahun 2021, The Panturas dengan lagu Tafsir Mistik masuk ke dalam Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Alternatif Terbaik pada gelaran Anugerah Musik Indonesia.


Seiring berjalannya waktu, The Panturas kian dikenal dan aktif di berbagai event. Alasan The Panturas mudah disukai adalah musik yang dibawakan adalah surf rock yang dikenal sebagai musik dengan banyak suara gitar yang twang serta beat yang dinamis. Oleh The Panturas, surf rock kemudian dikombinasikan dengan genre lain seperti Rock, Garage Rock, bahkan Punk Rock. Bisa dibilang surf rock yang dibawakan dan dikemas oleh The Panturas adalah surf rock kontemporer. 


Suara unik serta penampilan Acin dan kawan-kawannya pun menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemarnya. Bagi siapa saja yang mendengarkan lagu-lagu The Panturas, serasa mendengarkan musik rock sembari ditemani angin sejuk yang bertiup dan deburan ombak pantai. Dari segi lirik, The Panturas bisa dibilang menuliskan lagu dengan tema yang beragam. Mulai dari kritik sosial, perjuangan para nelayan, bahkan cerita tentang Nyi Roro Kidul dalam lagu “Queen of South”, yang ditulis dengan baik tanpa mengurangi kesakralan kisah aslinya. Itulah beberapa hal yang menjadikan The Panturas mendapatkan hati di kalangan penggemarnya, bahkan yang belum menjadi penggemarnya sekali pun.


Bicara soal penggemarnya, The Panturas pun “mendaulat” para penggemarnya dengan sebutan yang tak jauh dari hal-hal yang berbau laut, yaitu Anak Buah Kapal atau ABK. Tentu saja pemilihan nama ini bukan tanpa sebab. Istilah anak buah kapal sendiri adalah awak kapal selain nahkoda. Jadi pada dasarnya, jika The Panturas adalah nahkoda kapal yang mengendarai kapal yang bernama surf rock, maka para penggemarnya adalah orang-orang yang membantu The Panturas untuk semakin eksis dan dikenal di kalangan yang lebih luas lagi. Dalam setiap penampilannya pun, para Anak Buah Kapal selalu menyemarakkan penampilan The Panturas dengan body surf yang terlihat seperti ombak manusia. 


Nah, buat kamu para Anak Buah Kapal atau yang ingin mendapatkan t-shirt edisi terbatas The Panturas dari Guinness, ikutan Guinness Cheers to the Good Moments yuk! 


Untuk tahu tutorial pengumpulan poin hingga berhasil mendapatkan t-shirt The Adams, kamu bisa membaca panduannya di bawah ini. 

  1. Program hanya berlaku pada periode 27 April 2023 – 31 Juli 2023.

  2. Diberlakukan untuk konsumen akhir pengguna langsung produk Guinness Stout dan tidak berlaku bagi pedagang / trader, karyawan dari Diageo Indonesia beserta pihak agensinya, dan pihak ketiga yang menjalankan program Guinness Cheers to the Good Moments.

  3. Wajib sudah berusia 21 tahun dengan domisili di Indonesia. Tidak diperkenankan untuk berpartisipasi apabila usia kurang dari 21 tahun. 

  4. Wajib membeli produk Guinness isi 4 edisi spesial Guinness Time. 

  5. Memiliki struk pembelian Guinness isi 4 edisi spesial Guinness Time. 

  6. Peserta wajib mengambil kartu yang terdapat di dalam kemasan dan gosok untuk mendapatkan kode unik. Apabila membeli langsung, maka Peserta akan mendapatkan kode unik langsung dari SPG.

  7. Harus ikut serta dalam challenge “Cheers To The Good Moment” dengan mengupload momen cheers di Instagram (Syarat: harus mention @guinnessid, tag 2 orang teman, dan pakai hashtag #CheersToTheGodMoments) dan dapatkan poin tambahan. 

  8. Harus memasukkan kode unik ke dalam website Guinness Cheers to the Good Moments 

  9. Hadiah bisa diklaim apabila telah mencukupi poin yang disyaratkan. 

  10. Bersedia menunggu pengiriman hadian sekitar 60 hari kerja sejak diumumkan pemenangnya. 


Yuk, kumpulkan poin sebanyak-banyaknya agar kesempatan menang semakin besar. Tunggu apa lagi? Beli Guinness edisi spesial Guinness Time sekarang juga!

Other Article